Skip to main content

Julia Roberts Syuting di Bali!

Eat, Pray, Love', film yang dibintangi aktris Hollywood Julia Roberts dipastikan akan melakukan syuting di Bali pada Oktober mendatang. Film tersebut pun diharapkan bisa membantu promosikan pariwisata pulau Dewata.

Jumat (11/9/2009), Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar sudah memberikan izin resmi kepada pihak produksi untuk melakukan syuting di beberapa spot di Gianyar, Bali. Di antaranya, di pasar tradisonal Ubud, Monkey Forest dan desa Demayu.

"Kita sudah memberikan izin untuk syuting 'Eat, Pray, Love', tadi juga sudah diambil sama perwakilannya," ujar Kepala Seksi Perizinan dan Perfilman Dinas Kebudayaan kabupaten Gianyar, Ida Bagus Puruvita saat ditemui di kantornya di kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (11/9/2009).

Pemerintah setempat mengaku tidak akan mempersulit proses syuting film tersebut. 'Eat, Pray, Love' dinilai akan membantu promosi dan lebih memperkenalkan Ubud dan Bali secara umum.

"Kita berpikir juga fleksibel, untuk apa menghambat," ucapnya.

'Eat, Pray, Love' merupakan film garapan sutradara Ryan Murphy yang diadaptasi dari novel laris karya Elizabeth Gilbert. Di memoarnya itu, Elizabeth menuangkan semua yang dialaminya selama berada di Italia, India dan Indonesia.

HOLLYWOOD (Pos Kota) - Akhirnya Bali dilirik juga oleh sineas Hollywood. Tak tanggung-tanggung, dari company besar, Paramount Pictures akan mendatangkan krunya di Pulau Dewata dan menghadirkan aktris papan atas peraih Piala Oscar, penembus honor U$D 20 juta (Rp200 miliar) per judul  : Julia Roberts!


Yap... situs di Hollywod mengabarkan film pemeran Pretty Woman dan Erin Brockovich itu akan mengambil lokasi di Bali, khususnya Ubud. Aktris cantik dan dengan ciri khas bibirnya yang  sexynya ini  akan duet dengan Richard Jenkins dan telah menanda-tangani tentang kehidupan penulis Elizabeth Gilbert’s, karya laris  international “Eat, Pray, Love.”

Disutradarai oleh Ryan Murphy (serial Nip/Tuck), Paramount Production menuturkan kisahnya tentang penulis yang baru bercerai yang melakukan perjalanan ke Italy, India dan Bali.

Roberts, kelahiran 27 Feb kelahiran 1967  akan memainkan sebagai Gilbert, sedangkan Jenkins tampil sebagai tokoh spiritual. Mereka bertemu di di Ashram India.

Di Bali, salah satu lokasi yang dikunjungi Gilbert mencari  cinta, penyembuhan guru spiritual yang kemudian didapatnya di Ubud. Pengambilan gambarnya akan dilakukan pada kuartal akhir tahun 2009 ini. Kabarnya film siap diputar di bioskop-bioskop 2011. (dimas)


Blogged with the Flock Browser

Comments

Popular posts from this blog

Review: Goeboek Bamboe

Goeboek Bambu is a nice place, one that I would visit again, and one that I would recommend to my friends. I had luch there with my family last Saturday and I can say that I had a pretty good time. It is located in Jl. Mampang Sawangan No. 12A, and its phone number is (021)77219230. First of all, the price is quite reasonable. There is no such thing as Rp.12.000,- mineral water or Rp.6000,- rice. Furthermore, my parents classified it as "average", and as a college student who is still pretty much living off of his parents, I would say so, too. Second, the food here is quite tasty. Speaking of which, here are some that we ordered:

By the way, eventhough each member of my family picked just one food and one drink, I still got to taste all of them since I told them it was for homework. I chose ayam mentega and avocado juice myself. They are pretty good. The chicken is nice and the avocado has the perfect density. It is not too soft nor too thick. The seafood fried rice is averag…

Daftar Penerbit yang Menerima Naskah Melalui E-Mail

Bagi para penulis muda, salah satu proses krusial supaya tulisan kita bisa diterbitin dan kita berkemungkinan jadi kaya raya bergelimpangan harta adalah mengirimkan naskah ke penerbit. Sayangnya, cuma sedikit penerbit yang mau nerima naskah lewat surel. Hal ini karena para editor lebih mudah nyortir dan baca naskah kita dalam bentuk padat. Bagi kalian yang ngerasa repot harus beli tinta, nge-print-out naskah ratusan halaman, ngejilid, masukin ke amplop, terus kirim lewat kantor pos, belum lagi ngorbanin pohon-pohon buat dijadiin kertas (ea) ini beberapa penerbit yang bersedia nerima naskah lewat e-mail;

Bentang Pustaka Bentang lumayan terkenal nih, penerbit ini kalo nggak salah nerbitin bukunya Dan Brown kayak Da Vinci Code sama Angels and Demons. Kalo salah, mohon maaf, ye. Mereka juga nerima naskah lewat surel. Ada dua kategori, Bentang Pustaka buat naskah umum/dewasa, dan Bentang Belia buat naskah anak/remaja. Ketentuan-ketentuannya bisa dibaca di sini; http://pustakabentang.blogspot.…

Stereotypes

Pernah satu pagi gua masuk ke sekolah, naruh tas terus gabung ngobrol sama temen-temen gua. Ada rumor yang bilang kalo Ahmad Dhani itu seorang Yahudi. Mereka nunjukkin berbagai 'bukti' kayak lambang panggung, atribut dan segala macamnya. Gua duduk dan mikir, 'terus kenapa?' ini masalahnya; gua nggak ngerti kenapa itu jadi masalah. Kalo Ahmad Dhani itu Yahudi, terus sekali lagi, secara harfiah, kenapa? Dia nggak kentut di depan orang lansia karena nikmatin ekspresi mereka waktu menderita, ngerampok bank bareng Jesse Eisenberg atau ngelakuin sesuatu yang ngerugiin orang lain. Gua nggak bilang kalo rumor tentang dia sebagai Yahudi itu bener, tapi selama dia nggak nyakitin orang lain, kenapa itu jadi masalah?
Apa semua pria bersorban make rompi bom waktu di balik gamis mereka? Apa semua orang kulit hitam nodongin pistol dan jualan kokain? Apa semua orang Jerman muja-muja Hitler? Nggak. Gua muslim, dan gua benci waktu Islam diasosiasikan sama terorisme. Terus kenapa ngelakui…