Wednesday, February 17, 2010

Hari Sial Bundo

Hari Sial Bundo
Oleh Kurnia C. Putra

Ini merupakan naskah drama paling kaliber yang pernah saya tulis. Silakan disimak dan berikan komentar anda.

Bundo masuk ke kelas, memainkan rambutnya. Berharap ada yang menyadari potongan barunya. Semua orang mengcuhkannya, tapi Amoy tidak.
Amoy: Wig bagus bundo, terbuat dari apa?
Bundo: Bulu dada Emaklu!
Bundo kesal. Dia berlari ke kerumunan permainan UNO.
Bundo: Ikutan, dong!
Atika: Udahan, yuk!
Semua: Bubar! Bubar!
Bundo menggondok. Dia berjalan keluar kelas, dan melihat pujaan hatinya Isal.
Bundo: Hai, Isal sayaaang!
Isal: Tai lu!
Bundo terperanjat. Dia menangis dan segera berlari ke lapangan.
Febri: (menunjuk bokong Bundo) Bundo, bocoor.
Bundo menunduk dan melihat roknya mencokelat.
Bundo: Astajim!
Anak Lantai 2: Hahaha! Cepirit!
Semua anak di sekolah langsung keluar dari kelas mereka.
Anak 9.2: Bundo idola kita! Bundo idola kita!
Malu. Bundo menangis dan segera berlari kencang ke WC. Tapi... GUBRAK! Bundo terpeleset hingga menabrak pintu yang langsung terbuka, membuatnya menyeruduk RJ yang sedang buang hajat.
RJ: (terkaget-kaget) Allahuakbar!
Bundo: Maap, J.
Bundo segera keluar dari WC, tapi sekali lagi, BRUK! Bundo terjerembab di tumpukan tai kambing.
Pak Guru: Neng, itu buat pupuk!
Bundo: Maap, Pak. Kirain springbed.
Bundo malu, akhirnya dia pergi ke kantin untuk membeli soto. Ketika mencari tempat duduk, Bundo menabrak Nelam. Kuah soto pun memandikan wajahnya.
Nelam: (biji mata keluar, suara setinggi langit ketujuh) Bundoooo!
Bundo: (bersujud) Ampun. Sembah ratu berang-berang.
Nelam: Kurang ajar lu!
Bundo segera memungut kuah sotonya lagi dan berlari menghindar. Dia duduk di bangku hijau. Lengket. Bundo menoleh melihat tulisan; “CAT BASAH” Bundo melihat roknya menghijau. Dia pun duduk di tempat lain. LENGKET. Bundo bangun untuk melihat, tai kucing.
Bundo: (menangis) Gusti! Mengapa ini terjadi padaku!
Bundo berlari. Menangis. Tapi rambutnya tersangkut ranting pohon dan BRAK! Copot. Kepalanya pun botak.
~Selesai~