Thursday, December 29, 2011

Something Stupid

Gua nggak tau mau ngapain. Sekarang cuma bisa nengok ke pintu belakang ngeliat mbak gua ngambil kutang yang jatoh dari jemuran di lantai dua ke genteng orang pake tali-tali sepatu yang ujung sama ujung lainnya diiket sampe jadi panjang. Hm, cerdas. Oke, kalo gua bener hari ini tanggal 30. Liburan berasa cepet banget padahal gua ngerasa bosen banget di rumah. Gua kebanyakan ngabisin waktu gua dengan tidur. Sama nonton. DVD, film, acara TV. Snuff. Nggak deh. Gua nggak bakalan tahan nonton snuff. Waktu itu pernah nyoba nonton beberapa klip Faces of Death di YouTube langsung berasa jijik.

Minggu lalu gua dapet rapor gua. Hasilnya? Mengecewakan. Gua nggak ngerti kenapa gua bisa temenan sama orang-orang yang pinter tapi nggak pernah kecipratan kepinterannya. Jadi berasa pengen nyanyi Gives You Hell di depan guru-guru yang ngasih nilai pas-pasan. Sebenernya salah gua juga sih. Males. Buat gua males itu udah kayak luka yang ada di dinding atas mulut yang cuma bisa sembuh kalo lu berenti nyentuhin pake lidah, tapi lu nggak bisa. Males. Virus beracun. Semua ini bikin ibu gua masukin gua ke bimbel di bilangan Jakarta Selatan.
Oke, siapa yang peduli? Mari ganti topik.

IPA. 3 dikejutin sama kecelakaan yang menggemparkan bulan ini. Gua nggak tau apa gua seharusnya boleh ngomongin soal hal ini. Ngomong-ngomong, Jum'at kemarin kita punya rencana jenguk. Gua sama temen gua balik dulu buat ngambil motor. Terus kita Jum'atan di sekolah, abis itu jenguk. Bu Siwa ikutan. Seluruh kelas langsung tersedu-sedu ngeliat temen gua yang sakit. Nggak deh, lebai. Tapi mereka kasian. Gua aja yang ketawa-tawa waktu ngeliat Ashley sama Ashlynn kebakar di tanning bed di film Final Destination 3 aja bisa kasian. Terus Sabtunya gua ke Situ Babakan sama keluarga gua. Oke, jangan ketawa. Do not judge me. Situ Babakan bagus kok. Ada danau. Perahu bebek. Kerak telor. Ke sana tadinya mau beli kebaya buat adek gua yang baru 4 tapi udah genit kayak dia salah satu keluarga Kardashian, tapi kebayanya nggak ada.

Besoknya, sekeluarga pergi ke rumah mbah sama oom gua. Di sana ngumpul, guanya tidur, terus pas udah mau malem pulang. Udah deh, dari besoknya sampe sekarang gua gak ke mana-mana. Tengkurep aja di rumah. Nontonin acara TV. Ngomong-ngomong gua lagi suka banget sama Community, acara TV keluaran NBC.


Sumpah, ini acara TV terkocak yang pernah gua tonton. Malahan lebih lucu dari Glee. Community itu nyeritain tentang Jeff, pengacara yang ketauan kalo ijazahnya palsu dan harus ke Greendale Community College buat ngelanjutin pendidikannya. Di sana buat bikin cewek cantik namanya Britta terkesan, dia pura-pura jadi tutor pelajaran Bahasa Spanyol dan ngajak dia buat bikin study group. Sayangnya, tujuh orang yang nggak direncanakan dateng dan ikut. Mereka Abed, cowok rada autis yang suka banget nonton film, Annie, cewek yang... paru-parunya besar, Troy, mantan quarterback di tim football SMA-nya, Pierce, kakek-kakek tua yang gila juga rasis, sama Shirley, ibu-ibu yang religius. Di akhir episode pertama akhirnya Jeff ngaku dia bukan guru Bahasa Spanyol. Tapi akhirnya sepanjang serial TV ini study group itu terus jalan dan kita dibawa ke keseharian mereka yang kocak-kocak. Bener-bener acara TV yang a must watch.


Sayang Community sekarang lagi hiatus. Jadi gua hunting TV show lain dan gua nemuin FOX-nya New Girl. Dibintangin sama tante gua, Zooey Deschanel. Kalo New Girl ngisahin Jess yang baru aja putus dari pacarnya soalnya dia selingkuh dan pindah ke apartemen tiga cowok yang diiklanin di internet. Mereka Schmidt, Nick sama Winston. Yang bikin acara ini tetep seru ditonton itu Zooey. Karakternya itu nggak cuma cantik, tapi sikapnya keren dan unik.


Selain dua show tadi gua lagi nyoba nonton Family Guy. Ini kartun yang bener-bener bikin gua ngakak. Apalagi tokoh Stewie, bayi yang lebai banget.

Ngomong-ngomong, liburan bikin gua lupa waktu. Gua bahkan gak tau ini hari Jum'at sampe tadi siang. Gua baru bangun tidur, buka laptop, terus ngedenger ceramah dari masjid terus mata gua terbelalak dan mulut gua menganga lebar. Gila, langsung buru-buru mandi, make sarung terus lari ke mesjid. Untung aja masih keburu. Parah banget deh bapak gua jalan duluan.

Oke, gua tau belom waktunya, tapi Happy New Year, everbody!

Ini hadiah kecil gua. Parodi Glee yang dibuat pake The Sims, karya SIMGM. Harus nonton;


Oh, iya, gua juga bikin beberapa spoof trailernya Glee. Gua sendiri nih yang bikin. Cek, ye. Lebih bagus kalo komen.

The Insanity of Quinn Fabray
Quinn adalah seorang gadis populer. Ia memiliki segalanya; kekasih, kapten cheerleader, presiden klub Selebasi, sampai suatu saat ia hamil. Ia kira menyerahkan anaknya untuk diadopsi adalah pilihan yang baik. Dia salah. Sekarang dia menginginkan anaknya kembali, dan dia akan melakukan apapun untuk melakukannya. Termasuk membunuh.


Footloose
Kalo ini dari trailernya Footloose. Tapi videonya dari Glee. Ngisahin soal Ren yang ke kota di mana dansa dilarang, dia pun berontak. Yang jadi Ren-nya Mike Chang.

Tuesday, December 13, 2011

Coming Soon: Glee-wind

Oke, buat para Gleeks yang gak bisa nonton season tiga karena soalnya belom rilis di televisi lokal Indonesia, atau emang gak sempet atau ketinggalan, gua mau bikin "rubrik" baru di blog gue yang namanya "Glee-wind", gua bakalan ngebahas episode yang udah selesai tayang sampai terakhir. Mulai dari The Purple Piano Project sampai sekarang. Jadi, tunggu aja ye.


Tuesday, October 18, 2011

UTS: Ulangan Tai Sangat

Oke, gua akuin judul diatas lebih maksa dari cewek-cewek gaul yang masang behel di gigi mereka yang lebih rapi dari barisan paskibra waktu HUT RI, tapi biar gua mulai posting ini dengan; today is literally the sh*ttiest day ever (noticed the exegaration). Dan fine, mungkin gua sedikit kurang belajar, tapi itu bukan alesan buat mesin SAS dengan teganya ngasih gua nilai-nilai jelek. Gua nggak pernah bikin masalah sama dia! Tapi, kenapa, kenapa?! Gua anak yang cukup baik, kok. Mungkin pernah mukul adek gua. Sekali. Atau dua kali. Oke, lebih dari itu. Yang jelas, gua lebih bete dari Maggie Q yang payudaranya sempat terbakar beberapa waktu yang lalu.

Setelah ulangan Matematika yang kelewat gampang (sebuah sarkasme yang mutlak), Seni Budaya, dan Bahasa Jepang, anak-anak sekolah gua seperti biasa hunting nilai. Siapin kertas, bolpoin, sama susu kuda buat nyuplai energi bolak-balik nyari nilai. Untung salah satu dari kelas kita, An-Nisa Citra Hasannah bersedia dengan senang hati untuk mencatat dan voila! Dada diriku seperti dihunus sebuah katana. Gua dapet nilai yang kurang begitu memuaskan. Bukan kurang mungkin, parah. Dan gua nolak buat nyebutin di sini karena selain gua keturan jauh Tom Cruise dan gua gak mau bikin reputasinya turun, blog ini mungkin dibaca secret admirers atau keturunan gua. Gua ngiri banget sama temen-temen gua yang pinter. Penasaran tumbal mereka apa sampe bisa dapet angka bernominal lebih dari KKM (Ketentuan Ketuntasan Mustahil). Mungkin gua harus bakar buku paket gua terus minum abunya.

Dan apa yang lu lakuin setelah mendapat berita yang lebih nyakitin daripada tau kalo nenek lu nekrofilia kayak gitu? Lu nyari temen. Siapa kira-kira yang jumlah remednya lebih banyak dari film kacangannya Nayato Fio Nuala kayak gua? Yep, disitulah Silmi Kaffah turun dari langit. Ahahahahaha, toss, Sil! Dan hal selanjutnya, gua nenangin diri gua dengan nonton Piranha 3D sambil ngisep Frozen Milkuat.

Oke, mulai sekarang gua harus fokus, sebetapapun kalimat itu gak seirama dengan kata Kurnia. Sering di setiap pelajaran yang gua benci gua ngebayangin guru di depan papan tulis keselek berbagai macam produk makanan, atau bangun di kasur di samping gua, cuma aja lehernya gak nyambung sama badan, tapi mulai saat ini gua harus fokus. Walaupun gua harus beli oli selusin buat minyakin otak gua atau mata gua harus juling ngeliatin tulisan-tulisan yang lebih pantes ada di kertas resep obat daripada papan tulis. Ayo, Kurnia! Tempel lima senti di depan jidad (referensi 5cm, hehe). Aku pasti bisa! Yeah!


Oke, mending sekarang lanjut nonton Piranha 3D.

Saturday, September 17, 2011

Home Alone

Okay, so what? It's only 6:56 a.m. and I got nothing to do. God, I feel like I'm such a geek who hangs around in their house doing nothing but watching DVD (granted, that's actually what I'm doing). My entire family is going on a trip to some kind of island in Banten or something. I'm stuck in my house, listening to Glee's album while refuse to showering because I still got a test tomorrow! Sucks, ain't it? And in 12 hours waiting for my family to come back I only hope that something interesting can happen. Maybe two dumb burglars out of Chris Colombus movie trying to rob my house or something, and I, as a 15-year-old kid outsmart them and at the end live happily ever after. But no, John Hughes didn't direct my life. So instead of all that, I got to drink frozen Milkuat in front of my laptop like every single losers out there who couldn't get a girlfriend. No offense.

The infamous frozen Milkuat

Why don't we talk about my tests, shall we? So the first test happened in Monday and... I think I've studied hard two days before. But do you know the result that I got? I got an effing 18 score in Math, which means, I have to remedial. Well, to be frank, that didn't bother me a bit. I'm such a lazy person that remedial is like breakfast to me. Then, again, I think I also studied hard for Physics and Biology. But when I did Bio last thursday, my mind just went blank. I'm pretty sure I answered "kiss my ass, bitch." to one of the questions. Hardcore, aren't I? And Physics, the first four questions are pretty easy for me actually, but I didn't do the last four at all. I only wrote the diket and ditanya thing to it, in hope of getting some scores out of that. I may contradict my self, but inside, I feel kinda sad. Sometimes I just sat there looking dumb, thinking; what would I be when I grew up? A dry-cleaning guy, a septic-tank truck driver? My parent won't like that eventhough I'm such a good-looking kid and they love me no matter what. But what can I say? It's really hard for me to change my lazy attitude to a good one.

Talking about my tests made my heart kinda aching, so why don't we talk about something else? Something funny happened this week, actually. Just last Friday, me and my friend Ariiq got into Animation Design extraculiculler because we want to know what that's actually about. The great thing is, that was the day of the election for the new president and that kinda stuff. Eventhough we were there for the first time, each of us got a position. Ariiq is the new DA's president! Woohoo! I literally shitting my self. Hahah. Bad time to start DA, mate. And I'm the secretary or something, I don't know which.

But overall, for me this week's kinda sucks.

Friday, September 16, 2011

Glee Season 3

Oke, semenjak Heroes jadi jelek banget setelah season pertamanya yang super duper keren, gua udah kehilangan harapan sama kemanusiaan. Maksud gua, di Indonesia cuma ada sinetron sama acara musik yang promosiin band-band alay, dan gua gak punya TV kabel, jadi nihil harapan gua buat nonton acara TV dari luar. Lalu datanglah Glee di Global TV kayak malaikat turun dari langit. Kayak yang gua udah pernah bilang, Glee itu serial TV yang paling asik dan seru yang pernah gua tonton. Dan semenjak itu, gua jadi salah satu penggemar berat Glee. Oke, gua akuin, emang season kedua rada jelek, tapi gua belum bener-bener hilang harapan. Dalam beberapa hari lagi, kita bakalan dapet season ketiga dari Glee! Hore!

Oke, gua peringatin sama siapa aja, kalo post ini bakalan penuh dengan spoilers yang ngebeberin beberapa poin dari episode pertama, The Purple Piano Project, jadi kalo gak mau dibeberin, menjauh deh dari sini.

Gua nggak mau ngebeberin apapun buat para fans, tapi buat siapa aja yang gak pernah bisa cukup sama Glee, ini dia beberapa informasi yang berhasil gua kumpulin dari beberapa sumber. Dengerin baik-baik. Episode pertama yang judulnya The Purple Piano Project dimulai sama Jacob yang ngewawancarain para anggota Glee tentang apa aja yang mereka lakuin selama musim panas a la season 2. Semenjak gua benci banget sama karakter Jacob dan gua mau kribonya kesangkut di pemangkas rumput, katanya sesi ini cukup cepet dan gak menyakitkan, terimakasih sama kameramennya yang goyang dan hand-held. Mau tau siapa yang berubah? Nyonya R-E-S-P-E-C-T, Mercedes Jones. Dia lebih cewek, dan udah putus sama Sam yang bokapnya harus keluar kota. Jadi bagi siapa aja yang suka cowok kloning Macaulay Culkin dengan bibir yang bisa ngelahap kepala bayi utuh kayak piton ini, siap-siap kecewa karena karakternya udah gak ada lagi di Glee. Sama kayak Dijon Apalahnamanya yang meranin Matt dari season pertama dan menghilang gitu aja di season kedua.

Terus kita dapet update juga dari Lauren Zizes, yang katanya mutusin Puck dan udah bukan anggota lagi dari New Directions. Sayang, padahal menurut gua karakternya kocak. Tapi gak apa-apalah, seenggaknya Puck gak musti ketindih terus-terusan sama dia dan bisa balik jadi Pucksaurus yang suka mainin cewek di season pertama. Waktu si Ryan Murphy, yang menurut gua mirip Jamie Lee Curtis (itu bukan pujian, ngomong-ngomong. Sori, Jamie!) ditanya, dia bilang alesan Lauren dipangkas adalah karena New Directions cuma boleh beranggotakan 12 orang, tapi dia janji ini bukan saat terakhir kita ngeliat Badak Kulit Putih ini (sori, Ashley Fink).

Kalo kalian masih pada panik member asli dari Glee bakalan pergi, kayak Rachel sama Finn, tenang aja karena mereka gak bakalan diapus, seenggaknya untuk season ini. Mereka emang bakalan lulus SMA di season ini, tapi untuk diapus selamanya dari acara ini, belum ada keputusan pasti. Tapi Ryan Murphy langsung nyangkal bakalan ada spin-off sama Rachel atau Kurt yang ngelanjutin karir mereka di New York, atau Glee di masa-masa kuliah. Beliau (ejie beliau) bilang, "kita nggak bakalan bikin Glee: The Collage Years, serial ini bakalan terus ada di ruangan padus itu." tanpa ngasih penyangkalan kalo salah satu tokoh atau lebih bisa jadi guru di sana suatu saat. Hmmm...

Tapi premiere episodenya emang bener-bener ngegambarin siapa aja yang senior, siapa aja yang junior, siapa yang bakalan lulus. Yang pasti Rachel, Kurt, Puck, Quinn, Finn sama Santana itu senior, dan Tina junior. Brittany bisa nggak lulus dan tetep di SMA McKinley, haha yang sabar, ye!

Kalo soal episode tribut atau bintang tamu dengan nama-nama besar, Murphy janji lagi kalo untuk saat ini dua hal itu gak dipikirin dulu dan mereka bakalan fokus sama karakter-karakter yang udah ada. Alhamdulillah ya? Sesuatu banget. Soalnya season dua jadi gak jelas karena bintang tamu kayak gitu sama episode tribut yang kelewat banyak. Saat ini mereka cuma ngerjain satu episode tribut yang rencananya bakalan rilis di musim semi dan katanya bakalan dua jam. Ada tebakan siapa yang bakalan di kasih tribut? Yang jelas gak mungkin Trio Macan atau Kangen Band. Dan meskipun Gwyneth Paltron dapetin piala Emmy dari bintang tamunya di Glee, tokohnya si Holly Holiday cuma diambang-ambang. Akang Murphy cuma bilang karakternya mungkin balik.

Tapi berita bagusnya, bintang tamu yang satu ini, ibu kandung Rachel dan ibu tirinya bayi Quinn sama Puck, Idina Menzel yang meranin Shelby Corcoran bakalan balik! Hore! Sejauh ini, dia sama Kristin Chenoweth yang jadi April Rhodes emang bintang tamu favorit gua. Jadi ngeliat dia ngesot-ngesot di koridor SMA McKinley udah pasti bukan hal yang buruk buat gua. Murphy bilang dia bakalan hadir di lebih dari enam episode dan jadi guru di sana. Dan menurut gua kehadirannya di season ini bakalan bawa kesempatan yang bagus banget buat merehabilitasi karakter Quinn yang jadi gak jelas banget di season dua. Nah, ngomong-ngomong soal Quinn, di episode awal dia keluar dari klub Glee dan jadi cewek berandalan. Rambut ngepink, baju item, udah gitu ngerokok lagi. Istighfar, Quinn. Istighfar... tapi dia keliatan hot juga sih kayak gitu. Liat aja coba;

"Oh, don't mind me. I'm just here. Being cool."
Dan, yes, finally, kita bakalan dapet cerita dari Dua Asia yang Terlupakan dan Nyonya Aretha yang tenggelam di latar belakang. Mercedes dapet cowok baru, si Marcus yang diperanin sama LaMarcus Tingker. Orangtuanya Mike Chang udah dikasting dan Murphy bilang dia dapet dua lagu besar season ini, padahal mereka baru ngesyut episode keempat doang.

Jadi sejauh ini Glee kedengeran keren kan? Banyak dari yang udah nonton episode pertama bilang kalo season tiga gak mirip sama sekali sama season kedua, dan mereka bilang itu maksudnya dalam hal yang bagus. Dan season ketiga ini mirip sama season pertama yang seru dan nggak kebanyakan drama.

Beberapa spoilers lainnya (gua udah peringatin buat ngejauhin blog ini kalo gak mau dibeberin):
  • Damian McGinty yang menangin The Glee Project bakalan muncul pertama kali di episode keempat sebagai sepupunya Birttany, Rory yang ditransfer dari Irlandia. Tetua Murphy bilang aktingnya dia keren banget.
  • Wemma (Will sama Emma) lagi jadi pasangan yang full-mode. Yang termasuk sama nyiapin makan siang satu sama lain di kotak makan bergambar Superman, kalo Emma Wonder Woman.
  • Kalo ini rumor doang, Lindsay yang juga menangin The Glee Project bakalan jadi tokoh dari sekolah saingannya McKinley dan bakalan ada di episode waktu mereka tanding di babak Sectionals.
  • Kurt sama Rachel deket banget. Malah si Emma ngira mereka pasangan, padahal si Kurt itu gay. Sebenernya mereka berdua udah nyiapin rencana buat masa depan nanti. Dan pada akhirnya mereka sadar kalo di luar mereka bukan satu-satunya orang yang paling berbakat sedunia.
  • Ada karakter baru yang namanya Sugar, diperanin Vanessa Lengis.
  • Blaine keluar dari The Warblers dan masuk New Directions, jadi finally kita bisa ngeliat dia keluar dari seragamnya dan make kemeja sama dasi kupu-kupu.
  • Santana sama Brittany balik jadi Cheerios!
  • Santana dapet saingan baru, si Becky Johnson, asisten kepercayaan Sue.
  • Walaupun bilang dia gak bakalan gangguin Glee klub lagi di episode pemakaman kakaknya, Sue bakalan nyalonin diri di politik dan buat bikin vote-nya naik, dia kampanye dengan bilang salah satu kebijakannya adalah menghapus semua pelajaran seni di sekolah.
  • Ada yang bakalan dikeluarin dari New Directions.
  • Quinn nggak sengaja ngebakar piano warna ungu.
  • Kalo ini pertama kali lu nonton Glee, lu nggak akan tau Birttana itu salah satu pasangan yang difavoritin.
  • Ada scene Brittany, Sue, sama Santana yang season pertama banget.

Jadi gimana, excited buat season ketiga? Kalo gua, iya. Ini beberapa promonya;



Cast Promotional Photos

Kurt
Puck
Quinn
Artie
Rachel
Blaine
Mike
Emma
Brittany
Bieste
Tina
Burt
Santana
Becky
Finn
Sue
Will

Thursday, August 25, 2011

Tipe Anak SMA

Oke, jadi tadi malem gua baru aja nonton sebuah film berdurasi 97 menit karya John Hughes yang dibintangi Judd Nelson sama Molly Ringwald. Singkatnya film itu nyeritain gimana lima orang remaja bertolak belakang ngumpul di suatu Sabtu di perpustakaan karena mereka harus dihukum. Guru mereka nyuruh mereka nulis essay masing-masing tentang pendapat mereka tentang diri mereka sendiri. Sepanjang film itu, kita cuma ditontonin kelima remaja ini ngomong dan berinteraksi. Setiap orang mewakili setiap stereotipe dari grup mereka. Ada seorang cewek populer, anak pinter, anak kriminal, anak atlit, dan anak yang pendiem.

the criminal, the athlete, the brain, the basket case,
the princess, the brain; which one are you?

Dan gua bisa bilang, setelah ada Apa Dengan Cinta?, The Breakfast Club mungkin salah satu film remaja terbaik yang gua tonton. Meskipun gua gak tinggal di Amerika, film ini dengan akuratnya memotret kehidupan remaja dan berbagai macam geng dan klub sosial tanpa komitmen yang berlangsung di kehidupan masa SMA. Dan sebagaimana di Amerika, Indonesia juga sebenernya punya sistem pendidikan SMA di mana murid-muridnya terbagi dalam berbagai macam tipe. Seenggaknya di setiap sekolah pasti ada satu anak pendiem, anak pinter, anak kriminal yang cuek, dan sebagainya. Berikut ini beberapa tipe yang pernah gua temuin:

  • Kriminal: jenis remaja yang satu ini selalu bolos sekolah, ke mana-mana punya noda di poin BKnya, cuek dan kadang-kadang dipandang remeh sama orang-orang di sekitarnya.
  • Eksis: di setiap sekolah pasti ada anak yang dikenalin sama semua orang dan murid-murid lainnya mau jadi temen mereka. Biasanya kalo cewek, mereka gampang ditemuin karena mereka biasanya punya ciri-ciri khusus; 3B (behel, belah tengah, blackberry). Orangtua mereka kaya dan biasanya mereka ngomongin hal-hal sepele yang paling hangat di sekitar sekolah. Mereka bakalan nyoba buat keliatan keren banget di mata temen-temen mereka dan ngomongin hal-hal mahal kayak tiket nonton, makanan, barang-barang cuma hal sepele yang bisa dapetin dengan ngedip.
  • Otak: dan tipe ini juga yang menurut gua pasti ada di setiap sekolah. Mereka kelewat pinter, gerak-gerik mereka biasanya canggung, dan mereka kadang suka ngomongin hal-hal yang aneh-aneh. Mereka mungkin bakalan bunuh diri kalo remed.
  • Cewek baik-baik: mereka nggak pernah marah sama orang. Secara harfiah setuju sama setiap perkataan temen-temennya karena mereka nggak mau nyakitin perasaan mereka. Kadang-kadang, saking baiknya, mereka bisa jadi boring karena nggak pernah ada konflik sama sekali. Mereka bakalan jadi satu-satunya orang yang sholat waktu ke rumah temen dan harus pulang sebelum jam delapan malem.
  • Anggota tim olahraga sekolah: mereka suka ketawa kenceng-kenceng, ngebully anak-anak kutu buku dan bisa jadi berengsek banget. Walaupun sebenernya ini kadang nggak bener sama sekali karena gua juga banyak ketemu anggota tim olahraga yang baik.
  • Cowok religius: mereka suka ngabisin waktu di masjid, istigfar kalo ada cewek beberapa jengkal dari mereka dan mereka selalu dapet nilai bagus di pelajaran agama. Mereka punya pandangan hidup yang beda sama remaja kebanyakan dan berusaha sekuat mungkin untuk gak ngelakuin kesalahan.
  • Pusat perhatian: di setiap kelas pastinya ada satu anak atau berapa yang suka bikin ketawa dan bikin diri mereka jadi pusat perhatian. Mereka anak-anak yang asik dan seru dan siapa aja suka sama mereka. Tipe ini bisa dibagi jadi dua, ada anak yang mencari perhatian karena di rumah dia gak diperhatiin orangtuanya, atau ada juga yang emang kayak gitu tipe orangnya.

Jadi apa gua ngelewatin tipe-tipe anak SMA lainnya? Perlu gua bilang kalo nggak semua orang yang jatuh ke tipe itu emang kayak gitu orangnya. Ada cewek populer yang cerdas atau atlit yang baik. Jadi jatuh ke tipe yang mana lu semua? Yang gua cuma bisa bilang adalah, jangan biarin tekanan batin dari sekitar temen-temen lu di SMA bikin lu jadi orang lain. Percaya diri, dan tetep jadi dirilu.

Friday, August 5, 2011

Coming Soon: Final Destination 5 (2011)

Dua tahun setelah The Final Destination--yang ngecewain banget buat gua--rilis, kali ini bakalan ada sekuel baru dari franchise tentang orang-orang yang selamat dari kematian ini, Final Destination 5. The Final Destination harusnya film terakhir dari seri ini, tapi karena penghasilan yang gede dari film itu, produser dari New Line Cinema mutusin untuk buat film selanjutnya. Masih dengan daya tarik lama, menggunakan teknologi 3D, Final Destination 5 bakalan keluar di bioskop Amerika tanggal 12 Agustus. Untuk Indonesia, gua masih belom tau. Yang jelas sabar aja ya, tapi jangan muluk-muluk juga.

Final Destination 5 ditulis oleh Eric Heisserer, orang dibalik remake A Nightmare on Elm Street sama prekuelnya The Thing yang juga bakalan keluar beberapa bulan mendatang. Sementara posisi sutradara kali ini jatuh ke tangan Steven Quale. Sayangnya, orang-orang di balik kamera di film-film sebelumnya kayak James Wong (sutradara film pertama sama ketiga) atau David R. Ellis (sutradara film kedua dan keempat) gak balik. Ya udah, mending kita percaya aja sama mereka. Sedangkan jejeran pemain dari film ini adalah Nicholas D'Agosto (yang gua kenal lewat Heroes season kedua), Miles Fisher (yang jadi Tom Cruise palsu di Superhero Movie), Allen Escarpeta, dan Tony Todd yang meranin Buldworth di kedua film pertama (si tukang bakar mayat di gereja itu). Tapi yang paling gua excited adalah Emma Bell! Dia mungkin gak cantik-cantik amat, tapi setelah gua ngeliat dia di Frozen, ini cewek emang punya bakat akting, apalagi kalo adegannya emosional.

Kali ini Final Destination 5 dimulai dengan kecelakaan yang terjadi di sebuah jembatan. Diliat dari trailer, mobil-mobil dan kendaraan yang lagi lewat mulai jatuh seraya jembatan yang lagi dikerjain sama tukang kontruksi rubuh. Banyak orang yang jatuh ke air, kesiram aspal panas, dan kebanyakan mati. Tapi untung aja, pahlawan kita, si Sam, dapet pengelihatan itu dan maksa orang-orang buat turun. Setelah nyelametin beberapa, ternyata kisahnya yang sial kayak gini gak berenti juga karena kematian bete dan mulai ngejar mereka satu-satu lewat cara yang brutal dan nggak manusiawi. Kenapa gak ngasih mereka semua serangan jantung aja coba biar gampang dan gak ribet? Tapi, ya, kalo gitu emang gak ada serunya.

Untuk masalah 3D, Final Destination 5 kali ini menyuting filmnya menggunakan kamera 3D, sama kualitasnya sama filmnya James Cameron, Avatar sama Alice in Wonderland tahun lalu. Nggak kayak film keempat yang 3D-nya dimasukin pada masa paska produksi dan dikonversi ke dalem filmnya jadi kualitasnya juga gak begitu bagus. Tapi efek kayak gini cuma buat nebelin kantong produser kan? Gimana cerita, kualitas film? Untung aja kita dijanjiin cerita yang bagus dan menegangkan sama pemainnya. Dan gua percaya sama mereka. Dan katanya... jangan baca kalimat selanjutnya kalo mau gak dibeberin, film ini adalah prekuel dari film pertama. Jadi endingnya mungkin bakalan ada di pesawat pada tahun 1999 di mana Alex Browning dapet pengelihatannya di film pertama dan berhasil nurunin temen-temennya dari penerbangan 180 yang tadinya bakalan mau bawa mereka ke Paris. Hmmm... pinter juga.

Dan ternyata, berdasarkan narasumber gua, katanya Tonny Todd yang balik meranin Buldworth, kalo film ini emang sukses di box office. Final Destination 6 sama Final Destination 7 bakalan dibikin lagi dan disyuting bolak-balik di waktu yang sama. Udah kayak seri Saw aja yang udah entah sampe berapa nomer di belakang judulnya. Mudah-mudahan aja nggak maksa, dan ceritanya emang bagus.

Trivia
  • Ketiga kalinya di seri Final Destination di mana orang yang dapet pengelihatan cowok.
  • Tonny Todd meranin orang yang bakar mayat di dua film pertama, ngisi suara di film ketiga, tapi gak ada di film keempat. Kali ini dia balik jadi karakter yang sama.
  • Film kedua di serinya buat dibikin dalam 3D.
  • Produser udah bilang kalo film ini bakal lebih gelap dari film-film sebelumnya. Berbalik sama film keempat yang hampir komedi.
  • Salah satu tempat kematian yang ditolak adalah di water park.
  • Semua film dirilis dalam jangka tiga tahun, film ini yang nutup tradisi itu dan dirilis dua tahun setelah film keempat muncul di bioskop.
  • Sempet dikasih judul 5nal Destination. Alahamdulillah diganti. Coba aja kalo diliat sekilas, gua kira judulnya Anal Destination. Udah kayak versi pornonya aja.

Spoilers!
(jangan baca ini kalo gak mau dibeberin)
  • Bakalan ada yang mati gara-gara operasi laser mata.
  • Kemungkinan bakalan ada orang yang mati waktu akupuntur (jadi inget guru kelas X gua).
  • Ada yang mati waktu senam atletik.
  • Kali ini cara buat ngalahin kematian adalah dengan bunuh orang. Kalo kita ngebunuh orang yang nggak seharusnya mati di kecelakaan itu, kita dapet hidup mereka. Lumayan, lumayan.

Trailer



Galeri Foto
(klik untuk memperbesar)



Wednesday, July 27, 2011

Random

Hai, sekarang jam 1:22 malem, gua kebangun sama mimpi yang aneh dan random abis, cukup haunting dan gak bagus buat diceritain. Oke, jadi gua masuk IPA. Ya Allah, gua masuk IPA. Hah? What the F? Bener-bener nggak disangka. Jadi gimana rasanya? Melelahkan. Gua yang gak pernah peduli sama sebuah benda bernama pekerjaan rumah mulai sibuk neleponin Amel minta bantuin ngerjain. Kayak ngarepin E.T. turun ke bumi kan? Ya, tapi ini terjadi. Gua ngerjain PR. Astaga, gua juga gak nyangka waktu nulis ini; gua-ngerjain-PR! People says it impossible, but nothing is, baby.

Gua tetep juga sih nonton film kayak gak ada hari esok. Beberapa film terakhir yang gua tonton adalah Zodiac, Mulholland Dr., The Omen, Dawn of the Dead, remake The Texas Chainsaw Massacre, sama banyak lagi. Yang paling gua suka dari jejeran film di sana itu Zodiac. Filmnya David Fincher tentang kasus nyata dari pembunuh yang menamai dirinya sendiri Zodiac dan sekumpulan orang yang mencoba mengungkap kebenarannya. Lalu ada Mulholland Dr., filmnya David Lynch yang dibintangi Naomi Watts. Ini film surreal banget. Kayak kumpulan adegan yang dijadiin satu secara acak, tapi visualnya keliatan indah dan haunting. Terus terang, gua gak ngerti sedikitpun dari film ini. Di akhir hari gua nonton Transformers kalo udah capek banget. Haha, filmnya emang kacangan sih, tapi seru banget. Gak akan bisa berenti muji efek spesialnya sama bodi Megan Fox waktu lagi ngecek mesin mobil barunya si Shia. Oh my God!


Gua dapet kelas baru ngomong-ngomong, generasi pertama dan belum ada sebelumnya, XI.IPA-3 dari SMAN 97 Jakarta. 97 itu termasuk Jakarta bukan sih? Tau deh, tadinya duduk samping Fajar Haflan, tapi tau-tau itu anak malah dipindah ke IPA-2, setelah itu buat temen sebangku gua dapet Joshua, bukan temennya Mega Utami atau penyanyi "Diobok-Obok" yang jelas. Dan IPA-3 udah kayak, IPA yang rame. Banyak class-clowns kayak si Ipin, Jodie, Yoel, dan gua sangat pendiam. Serius. Banyak nyamuk di rumah gua sekarang, elah ganggu aja. Abaikan. Oke, lanjutin. Untung kita dapet Damme Dian Sandra, beliau ngajar Bahasa Indonesia lagi di kelas. Kita juga dapet Bundo, yang sangat mengejutkan, lembut banget kalo ngajar, tempernya kalo di depan koridor neriakin anak-anak yang keluar kebelet pipis jadi pupus entah ke mana.

Ngomong-ngomong gua misah dari Adit, Jihan, Ariiq, Meilinda, Arini, banyak lagi... hiks, #laridibawahhujan, elah lebai. Kangen tuh sama mereka. Eh, si Aditya Namora Nasution ultah tuh ke-16, selamat, selamat. Sayang gak ada ritual ceplokan, soalnya gua bakal lebih dari seneng buat berkontribusi nyeplok kepala itu anak, gosok-gosokin mukanya ke tembok, terus nyeburin dia ke selokan. Di kelas gua masih awet sama Acit, cinta kita abadi, ehehehe. Dan untungnya lagi gua dapet Meiga di kelas, yang sempet beti sama gua gara-gara sebuah penemuan terbesar dalam satu abad oleh kelas IPS-3 di lab komputer, si Fathur Rizky yang nyeritain gua sampe ngakak. Sori deh, Mek, gak akan terulang lagi.

Oh iya, gua kesampean nonton teater. Proses deportasi dari sekolah ke tempat tujuan yang bikin bete bener-bener sebanding. Gua nikmatin banget pertunjukan di depan, kak Ratu sama kak Nanda yang paling keren. Yang nyuri perhatian si Ivan, Cimeng, Dito sama Gedonnya Afief. Sumpah itu anak kocak-kocak banget. Dika masih kaku, tapi dasar tuh anak, nyium si Hanot wakakakak. Komplain gua cuma itu gedung dingin banget, emang dasar gua kampung kali, tapi tangan gua sampe mati rasa. Pulangnya ngebolang di jalanan Blok M, Eva nunjukkin rumah hantu, tertarik banget buat masuk tapi udah capek sama malem banget, belom lagi si Jihan Syafira kayaknya sakit.

Oke, mending gua lanjut ngerjain PR Sejarah deh, siapa tau lembutnya Bundo di kelas cuma rekayasa belaka.

Thursday, June 23, 2011

Kenapa Glee Season 2 Nggak Sebagus Season 1

Glee adalah acara TV yang paling gua suka sepanjang hidup gua. Karena Glee seru, mengangkat masalah remaja pada umumnya, dan realistis. Gua selalu dapet waktu yang fun banget waktu nonton ini. Terutama karena karakter-karakter yang diciptakan kuat, dan gampang buat dipeduliin. Season akhir, yaitu season kedua mengecewakan gua karena beberapa alasan. Terutama karena Glee udah nggak kayak dulu lagi. Dulu Glee lucu abis dan kocak, sekarang acara tv ini udah nganggep dirinya terlalu serius dan terlalu banyak drama kacangan. Biar gua jelasin satu-satu:

The Forgotten Asians
Sayang banget, di season kedua Mike sama Tina, dua karakter Asia di klub Glee malah jadi kayak figuran di acara tv ini. Mereka dapet dialog maksimal lima kalimat setiap episode dan gua nggak inget satupun waktu di mana Tina nyanyi solo. Sementara Gwyneth Paltrow yang meranin Holly Holiday, yang menurut gua suaranya kayak anak kecil malah dapet 3467 solo. Begitu juga Mike, karakternya gak punya tujuan apa-apa di acara selain jadi Asia dan pinter dansa.


Mercedes Jatuh Cinta sama Tater Tots
Nggak cuma Mike sama Tina yang nggak dapet cerita apapun, Mercedes juga. Padahal mereka bertiga anggota orisinil klub Glee. Yang kita dapet cuma gimana Mercedes gak rela banget junk food di SMA McKinley yang disebut tater tots ditarik dari peredaran. Seenggaknya kalo mau pasangin Mercedes sama manusia juga kali, nggak sama makanan. Tapi untungnya, di episode akhir, Mercedes ternyata pacaran sama Sam.

Kurt
Kurt itu keren di season pertama. Dia karakter yang nggak peduli sama omongan orang lain, tau dirinya sendiri, dan dengan bangga nggak pernah malu akan itu. Tapi apa yang kita dapet sekarang? Kurt dikit-dikit nangis sambil lari di bawah hujan seolah dia ada di Putri yang Tertukar-Tukar. Seluruh Glee kayaknya tentang dia doang sampe lama-lama Kurt juga ngeselin. Gua tau lu dicaci maki terus, tapi nyantai dong.

Fuinn 2.0
Ngapain sih nyatuin Quinn sama Finn lagi? Dua karakter ini adalah pasangan di Glee yang menurut gua chemistry-nya paling sedikit. Quinn udah bagus sama Sam, Finn udah bagus sama Rachel. Tapi penulis acara tv ini malah sok mau bikin tensi dengan misahin mereka dan bikin Finn balik sama Quinn. Padahal ujung-ujungnya juga kita tau Finn bakal balik lagi sama Rachel.

Finn "Munafik" Hudson
Di season pertama Finn itu cowok populer yang agak bego (dia ngira ngehamilin ceweknya via hot tub), tapi sebenernya hatinya baik. Di season ini, yang gua mau cuma nonjok dia. Finn mutusin Rachel gara-gara dia sempet selingkuh sama Puck. Tapi selanjutnya, cowok yang mutusin cewek karena selingkuh ini maksa banget minta Quinn buat cium dia terus ngerebut dia dari Sam. Tapi ujung-ujungnya malah mutusin Quinn dan sedetik selanjutnya ngelirik Rachel.


The Warblers
Blaine adalah karakter terbaik yang muncul di season kedua menurut gua walaupun sebenernya ngebosenin banget dan nggak punya alesan buat ada di Glee selain jadi pacar Kurt. Tapi sayangnya, dia dapet solo banyak banget dan aktifitasnya sama The Warblers malah ngabisin waktu tiap episode. Padahal kita masih punya "Dua Asia yang Terlupakan" dan "Kekasih Tater Tots" yang belum dapet cerita apapun.


Kebanyakan Bintang Tamu
Sekarang Glee udah lebih gede dari pertama kali muncul di season pertama. Tapi kadang, acara ini terlalu nampilin banyak bintang tamu yang ngerecoh dan nggak punya alesan sama sekali buat tampi di Glee. Baru berapa episode aja kita udah dapet Birtney Spears, John Stamos, Gwyneth Paltrow, dan yang lain yang gua gak bisa sebutin atu-atu. Padahal di season pertama kita dapet bintang tamu yang emang penting buat cerita kayak Idina Menzel yang jadi nyokapnya Rachel waktu itu.


Lebih Banyak Lagu Top 40
Gua rasa supaya anak remaja banyak yang nonton, Glee milih lagu-lagu yang ada di jajaran Top 40 terus. Padahal di season pertama banyak variasi lagu rock sama pop yang enak kayak Bohemian Rhapsody, Don't Stop Believing-nya Journey, Highway to Hell, To Sir, with Love, My Life would Suck Without You, dan gua bisa terus-terusan. Tapi sekarang kita cuma dapet Teenage Dream, Firework, Forget You, bahkan episode Born This Way dibikin waktu lagunya muncul pertama kali banget. Dan kadang-kadang liriknya nggak cocok sama sekali sama ceritanya.

Di season pertama Glee jalan ceritanya bikin kita nunggu tiap episode selanjutnya. Nunggu gimana nanti kalo Terri ketauan Will dia cuma pura-pura hamil, nunggu gimana kalo Finn tau Puck ayah sebenernya dari bayi yang dikandung Quinn, nunggu gimana Will nanti sama Emma, tapi di season kedua, seluruh cerita kayaknya berantakan dan acak-acakan di mana-mana. Tapi ada bagusnya juga sih dari season kedua, terutama dari Brittany dan Santana. Kali ini karakter mereka di-explore lebih jauh. Santana ternyata cewek lesbian dan Naya Rivera meranin dia dengan keren banget, apalagi waktu dia ngaku ke Britt kalo dia cinta sama dia. Terus sekarang, Brittany jadi karakter favorit gua. Dia tambah kocak di sini, "I just don't understand the difference between an egg with a baby chicken inside of it, and an egg with an egg in it." akakak, mudah-mudahan aja season ketiga dari Glee sama bagusnya yang pertama.

Friday, June 17, 2011

Trailer Baru Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2!

Ah! Gua bisa mati saking senengnya, udah dirilis trailer kedua dari Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2! Trailer ini dibuka dengan adegan ibunya Harry berbicara pada bayi Harry untuk tetap kuat. Lalu kita melihat banyak adegan dari film-film sebelumnya dan akhirnya muncul kehancuran Hogwarts. Api berada di mana-mana, gedung dan menara hancur, reruntuhan berserakan di tiap sudut mata memandang. Musik intens mulai dan gua bener-bener excited! This trailer is too much for me to handle! Check it out below:



Pokoknya gua harus nonton ini, gua bakal minjem gergaji mesin dari Ibu Dara dan jalan sambil menjerit kayak maniak ke lembaga apapun di Indonesia yang nayangin film ini kalo mereka mutusin untuk gak rilis film ini di Indonesia. Apapun yang terjadi gua harus nonton!

Sunday, June 12, 2011

10 Adegan Klise Film Horor

Sebagai penggemar berat film horor semenjak kecil, dan penikmat film dalam general, gua suka mengamati film-film yang gua tonton. Dan horor, genre yang paling gua suka, kadangkala suffer dari klise-klise yang sering banget muncul di banyak film. Beberapa klise itu berhasil ketika ditonton pertama kali, tetapi karena repetitif dan berulang-ulang terjadi di film lain, kadang-kadang klise itu malah bikin geregetan dan sebel. Dari pengamatan gua, seorang Randy Meeks dari Scream (maunya), inilah 10 adegan klise film horor:

1. No Signal
Salah satu korban dikejar-kejar pembunuh, nemuin tempat persembunyian, lalu ngeluarin ponselnya. Dan... ta-da! Gak ada sinyal sama sekali, batre mati, atau waktu nelepon 911 malah diputus. Sial gak tuh? Nah adegan kayak gini itu yang paling gua sering temuin di film horor.

2. Tokoh Utama Diambang Maut, Temennya Dateng Jadi Pahlawan
Julie Estelle dikejar-kejar Shareefa Daanish yang bawa-bawa gergaji mesin sambil teriak kayak maniak. Begitu gergaji hampir menyentuh kulit mulusnya, dari belakang karakter Adjie nyerang Ibu Dara. Eng, ing, eng, selamat deh pacar gua. Adegan kayak gini emang bagus buat ngangkat tensi penonton, tapi kalo dilakukan berulang-ulang di dalam satu film, ketegangan itu bisa langsung lenyap karena kita tau toh, tokoh utama akan selamat.

3. Kalo Lo Bukan Orang Putih, Lo Mati
Dari sekelompok orang yang diuntit pembunuhnya, biasanya kalo ada karakter yang bukan orang kulit putih, dia mati. Dengan pengecualian Night of the Living Dead, di tiap film horor yang gua tonton, karakter kulit hitam selalu mati. Bahkan di opening Scream 2 pun, klise ini sempat disentil.

4. Nutup Kabinet, Kulkas, Tau-Tau si Pembunuh Berdiri di Belakang Lo
Salah satu korban ke kamar mandi buat gosok gigi, dia buka kabinet yang pintunya berkaca dan ngambil apapun yang dia mau dari dalem, waktu ditutup lagi, dari pantulan cermin ternyata ada pembunuh di belakangnya. Klise kayak gini kayaknya yang paling tua, emang sih masih bisa bikin tegang.

5. Perawan Selalu Hidup
Di saat temen-temennya ngeseks, ngisep ganja dan sebagainya, tokoh utama kita pasti selalu nolak buat ngelakuin hal-hal maksiat kayak gitu. Dan digaransi, dia pasti selamet di akhir cerita. Entah kenapa, pembunuh pasti selalu ngebantai remaja-remaja yang lagi melakukan itu. Kayak di Halloween, waktu si Lynda lagi foreplay sama pacarnya sambil ngedumel, "jangan ditarik dong, branya mahal tau!" tau-tau di belakang Michael Myers muncul. Haha, selamat deh.

6. Pintu Gak Pernah Dikunci
Kenapa orang-orang di film horor gak pernah ngunci? Ngunci rumah, mobil, pintu, semuanyalah. Entah kenapa pembunuh pasti selalu dengan mudah bisa nyelinap masuk dan nyerang lo dari dalem. Jadi moralnya, kalo anda dalam masa diuntit pembunuh maniak, kuncilah pintu di mana pun anda berada.

7. Pembunuh Ngejelasin Motifnya
Biasanya kalo killer/s-ketauan, dia bakal bikin satu monolog panjaaang banget ngejelasin motifnya dia dan kenapa dia ngelakuin itu. Cukup panjang buat karakter utama diem-diem ngambil pisau, atau senjata lainnya dan nyerang si pembunuh waktu lagi lengah. Kayaknya di tiap Scream, selalu ada klise kayak gini.

8. Badan Ngebelakangin, Gak Ngerespon
Karakter utama masuk ke kamar, nemuin orang berbaring di kasur munggungin dia. Waktu dipanggil namanya gak jawab. Tokoh utama jalan selelet siput terus akhirnya nyentuh pundaknya dia, dan... eng, ing, eng... mata kecongkel, jari putus, gigi patah! Haha, ini salah satu klise yang sering banget gua temuin, pokoknya kalo lu di film horor, kalo ngeliat badan gak gerak sama sekali, langsung deh lari keluar ruangan, karena bisa dijamin, itu orang udah tewas dari beberapa scene sebelumnya.

9. Mobilnya Gak Mau Nyala
Salah satu korban dikejar-kejar pembunuh, intens dan menegangkan, akhirnya kita bernapas lega waktu dia masuk ke mobil. Nyalain ah, eh, eh, eh... yang ada cuma suara mesin tersendat-sendat. Yep! Mobil gak mau distarter, ngehe gak sih?

10. Mayat yang Hilang
Tokoh utama dengerin sesuatu yang aneh di bagasi, dia keluar dan buka, mayat yang udah busuk ada di dalem! Dia lari ngasih tau temen-temennya yang lain, tapi waktu semuanya balik, simsalabim jadi apa, prok, prok, prok; mayatnya hilang! Tepuk tangan semuanya!

Itulah 10 klise-klise yang menurut gua paling sering terjadi di film horor, seenggaknya pasti lo pernah nemuin satu terjadi di film favorit lo. Tapi alesan klise ada kan emang karena efektif. Mudah-mudahan aja film horor yang mendatang bakal bikin adegan baru yang gak jatuh di klise.