Skip to main content

Tipe Anak SMA

Oke, jadi tadi malem gua baru aja nonton sebuah film berdurasi 97 menit karya John Hughes yang dibintangi Judd Nelson sama Molly Ringwald. Singkatnya film itu nyeritain gimana lima orang remaja bertolak belakang ngumpul di suatu Sabtu di perpustakaan karena mereka harus dihukum. Guru mereka nyuruh mereka nulis essay masing-masing tentang pendapat mereka tentang diri mereka sendiri. Sepanjang film itu, kita cuma ditontonin kelima remaja ini ngomong dan berinteraksi. Setiap orang mewakili setiap stereotipe dari grup mereka. Ada seorang cewek populer, anak pinter, anak kriminal, anak atlit, dan anak yang pendiem.

the criminal, the athlete, the brain, the basket case,
the princess, the brain; which one are you?

Dan gua bisa bilang, setelah ada Apa Dengan Cinta?, The Breakfast Club mungkin salah satu film remaja terbaik yang gua tonton. Meskipun gua gak tinggal di Amerika, film ini dengan akuratnya memotret kehidupan remaja dan berbagai macam geng dan klub sosial tanpa komitmen yang berlangsung di kehidupan masa SMA. Dan sebagaimana di Amerika, Indonesia juga sebenernya punya sistem pendidikan SMA di mana murid-muridnya terbagi dalam berbagai macam tipe. Seenggaknya di setiap sekolah pasti ada satu anak pendiem, anak pinter, anak kriminal yang cuek, dan sebagainya. Berikut ini beberapa tipe yang pernah gua temuin:

  • Kriminal: jenis remaja yang satu ini selalu bolos sekolah, ke mana-mana punya noda di poin BKnya, cuek dan kadang-kadang dipandang remeh sama orang-orang di sekitarnya.
  • Eksis: di setiap sekolah pasti ada anak yang dikenalin sama semua orang dan murid-murid lainnya mau jadi temen mereka. Biasanya kalo cewek, mereka gampang ditemuin karena mereka biasanya punya ciri-ciri khusus; 3B (behel, belah tengah, blackberry). Orangtua mereka kaya dan biasanya mereka ngomongin hal-hal sepele yang paling hangat di sekitar sekolah. Mereka bakalan nyoba buat keliatan keren banget di mata temen-temen mereka dan ngomongin hal-hal mahal kayak tiket nonton, makanan, barang-barang cuma hal sepele yang bisa dapetin dengan ngedip.
  • Otak: dan tipe ini juga yang menurut gua pasti ada di setiap sekolah. Mereka kelewat pinter, gerak-gerik mereka biasanya canggung, dan mereka kadang suka ngomongin hal-hal yang aneh-aneh. Mereka mungkin bakalan bunuh diri kalo remed.
  • Cewek baik-baik: mereka nggak pernah marah sama orang. Secara harfiah setuju sama setiap perkataan temen-temennya karena mereka nggak mau nyakitin perasaan mereka. Kadang-kadang, saking baiknya, mereka bisa jadi boring karena nggak pernah ada konflik sama sekali. Mereka bakalan jadi satu-satunya orang yang sholat waktu ke rumah temen dan harus pulang sebelum jam delapan malem.
  • Anggota tim olahraga sekolah: mereka suka ketawa kenceng-kenceng, ngebully anak-anak kutu buku dan bisa jadi berengsek banget. Walaupun sebenernya ini kadang nggak bener sama sekali karena gua juga banyak ketemu anggota tim olahraga yang baik.
  • Cowok religius: mereka suka ngabisin waktu di masjid, istigfar kalo ada cewek beberapa jengkal dari mereka dan mereka selalu dapet nilai bagus di pelajaran agama. Mereka punya pandangan hidup yang beda sama remaja kebanyakan dan berusaha sekuat mungkin untuk gak ngelakuin kesalahan.
  • Pusat perhatian: di setiap kelas pastinya ada satu anak atau berapa yang suka bikin ketawa dan bikin diri mereka jadi pusat perhatian. Mereka anak-anak yang asik dan seru dan siapa aja suka sama mereka. Tipe ini bisa dibagi jadi dua, ada anak yang mencari perhatian karena di rumah dia gak diperhatiin orangtuanya, atau ada juga yang emang kayak gitu tipe orangnya.

Jadi apa gua ngelewatin tipe-tipe anak SMA lainnya? Perlu gua bilang kalo nggak semua orang yang jatuh ke tipe itu emang kayak gitu orangnya. Ada cewek populer yang cerdas atau atlit yang baik. Jadi jatuh ke tipe yang mana lu semua? Yang gua cuma bisa bilang adalah, jangan biarin tekanan batin dari sekitar temen-temen lu di SMA bikin lu jadi orang lain. Percaya diri, dan tetep jadi dirilu.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Daftar Penerbit yang Menerima Naskah Melalui E-Mail

Bagi para penulis muda, salah satu proses krusial supaya tulisan kita bisa diterbitin dan kita berkemungkinan jadi kaya raya bergelimpangan harta adalah mengirimkan naskah ke penerbit. Sayangnya, cuma sedikit penerbit yang mau nerima naskah lewat surel. Hal ini karena para editor lebih mudah nyortir dan baca naskah kita dalam bentuk padat. Bagi kalian yang ngerasa repot harus beli tinta, nge-print-out naskah ratusan halaman, ngejilid, masukin ke amplop, terus kirim lewat kantor pos, belum lagi ngorbanin pohon-pohon buat dijadiin kertas (ea) ini beberapa penerbit yang bersedia nerima naskah lewat e-mail;

Bentang Pustaka Bentang lumayan terkenal nih, penerbit ini kalo nggak salah nerbitin bukunya Dan Brown kayak Da Vinci Code sama Angels and Demons. Kalo salah, mohon maaf, ye. Mereka juga nerima naskah lewat surel. Ada dua kategori, Bentang Pustaka buat naskah umum/dewasa, dan Bentang Belia buat naskah anak/remaja. Ketentuan-ketentuannya bisa dibaca di sini; http://pustakabentang.blogspot.…

Review: Goeboek Bamboe

Goeboek Bambu is a nice place, one that I would visit again, and one that I would recommend to my friends. I had luch there with my family last Saturday and I can say that I had a pretty good time. It is located in Jl. Mampang Sawangan No. 12A, and its phone number is (021)77219230. First of all, the price is quite reasonable. There is no such thing as Rp.12.000,- mineral water or Rp.6000,- rice. Furthermore, my parents classified it as "average", and as a college student who is still pretty much living off of his parents, I would say so, too. Second, the food here is quite tasty. Speaking of which, here are some that we ordered:

By the way, eventhough each member of my family picked just one food and one drink, I still got to taste all of them since I told them it was for homework. I chose ayam mentega and avocado juice myself. They are pretty good. The chicken is nice and the avocado has the perfect density. It is not too soft nor too thick. The seafood fried rice is averag…

Stereotypes

Pernah satu pagi gua masuk ke sekolah, naruh tas terus gabung ngobrol sama temen-temen gua. Ada rumor yang bilang kalo Ahmad Dhani itu seorang Yahudi. Mereka nunjukkin berbagai 'bukti' kayak lambang panggung, atribut dan segala macamnya. Gua duduk dan mikir, 'terus kenapa?' ini masalahnya; gua nggak ngerti kenapa itu jadi masalah. Kalo Ahmad Dhani itu Yahudi, terus sekali lagi, secara harfiah, kenapa? Dia nggak kentut di depan orang lansia karena nikmatin ekspresi mereka waktu menderita, ngerampok bank bareng Jesse Eisenberg atau ngelakuin sesuatu yang ngerugiin orang lain. Gua nggak bilang kalo rumor tentang dia sebagai Yahudi itu bener, tapi selama dia nggak nyakitin orang lain, kenapa itu jadi masalah?
Apa semua pria bersorban make rompi bom waktu di balik gamis mereka? Apa semua orang kulit hitam nodongin pistol dan jualan kokain? Apa semua orang Jerman muja-muja Hitler? Nggak. Gua muslim, dan gua benci waktu Islam diasosiasikan sama terorisme. Terus kenapa ngelakui…