Thursday, August 25, 2011

Tipe Anak SMA

Oke, jadi tadi malem gua baru aja nonton sebuah film berdurasi 97 menit karya John Hughes yang dibintangi Judd Nelson sama Molly Ringwald. Singkatnya film itu nyeritain gimana lima orang remaja bertolak belakang ngumpul di suatu Sabtu di perpustakaan karena mereka harus dihukum. Guru mereka nyuruh mereka nulis essay masing-masing tentang pendapat mereka tentang diri mereka sendiri. Sepanjang film itu, kita cuma ditontonin kelima remaja ini ngomong dan berinteraksi. Setiap orang mewakili setiap stereotipe dari grup mereka. Ada seorang cewek populer, anak pinter, anak kriminal, anak atlit, dan anak yang pendiem.

the criminal, the athlete, the brain, the basket case,
the princess, the brain; which one are you?

Dan gua bisa bilang, setelah ada Apa Dengan Cinta?, The Breakfast Club mungkin salah satu film remaja terbaik yang gua tonton. Meskipun gua gak tinggal di Amerika, film ini dengan akuratnya memotret kehidupan remaja dan berbagai macam geng dan klub sosial tanpa komitmen yang berlangsung di kehidupan masa SMA. Dan sebagaimana di Amerika, Indonesia juga sebenernya punya sistem pendidikan SMA di mana murid-muridnya terbagi dalam berbagai macam tipe. Seenggaknya di setiap sekolah pasti ada satu anak pendiem, anak pinter, anak kriminal yang cuek, dan sebagainya. Berikut ini beberapa tipe yang pernah gua temuin:

  • Kriminal: jenis remaja yang satu ini selalu bolos sekolah, ke mana-mana punya noda di poin BKnya, cuek dan kadang-kadang dipandang remeh sama orang-orang di sekitarnya.
  • Eksis: di setiap sekolah pasti ada anak yang dikenalin sama semua orang dan murid-murid lainnya mau jadi temen mereka. Biasanya kalo cewek, mereka gampang ditemuin karena mereka biasanya punya ciri-ciri khusus; 3B (behel, belah tengah, blackberry). Orangtua mereka kaya dan biasanya mereka ngomongin hal-hal sepele yang paling hangat di sekitar sekolah. Mereka bakalan nyoba buat keliatan keren banget di mata temen-temen mereka dan ngomongin hal-hal mahal kayak tiket nonton, makanan, barang-barang cuma hal sepele yang bisa dapetin dengan ngedip.
  • Otak: dan tipe ini juga yang menurut gua pasti ada di setiap sekolah. Mereka kelewat pinter, gerak-gerik mereka biasanya canggung, dan mereka kadang suka ngomongin hal-hal yang aneh-aneh. Mereka mungkin bakalan bunuh diri kalo remed.
  • Cewek baik-baik: mereka nggak pernah marah sama orang. Secara harfiah setuju sama setiap perkataan temen-temennya karena mereka nggak mau nyakitin perasaan mereka. Kadang-kadang, saking baiknya, mereka bisa jadi boring karena nggak pernah ada konflik sama sekali. Mereka bakalan jadi satu-satunya orang yang sholat waktu ke rumah temen dan harus pulang sebelum jam delapan malem.
  • Anggota tim olahraga sekolah: mereka suka ketawa kenceng-kenceng, ngebully anak-anak kutu buku dan bisa jadi berengsek banget. Walaupun sebenernya ini kadang nggak bener sama sekali karena gua juga banyak ketemu anggota tim olahraga yang baik.
  • Cowok religius: mereka suka ngabisin waktu di masjid, istigfar kalo ada cewek beberapa jengkal dari mereka dan mereka selalu dapet nilai bagus di pelajaran agama. Mereka punya pandangan hidup yang beda sama remaja kebanyakan dan berusaha sekuat mungkin untuk gak ngelakuin kesalahan.
  • Pusat perhatian: di setiap kelas pastinya ada satu anak atau berapa yang suka bikin ketawa dan bikin diri mereka jadi pusat perhatian. Mereka anak-anak yang asik dan seru dan siapa aja suka sama mereka. Tipe ini bisa dibagi jadi dua, ada anak yang mencari perhatian karena di rumah dia gak diperhatiin orangtuanya, atau ada juga yang emang kayak gitu tipe orangnya.

Jadi apa gua ngelewatin tipe-tipe anak SMA lainnya? Perlu gua bilang kalo nggak semua orang yang jatuh ke tipe itu emang kayak gitu orangnya. Ada cewek populer yang cerdas atau atlit yang baik. Jadi jatuh ke tipe yang mana lu semua? Yang gua cuma bisa bilang adalah, jangan biarin tekanan batin dari sekitar temen-temen lu di SMA bikin lu jadi orang lain. Percaya diri, dan tetep jadi dirilu.

Friday, August 5, 2011

Coming Soon: Final Destination 5 (2011)

Dua tahun setelah The Final Destination--yang ngecewain banget buat gua--rilis, kali ini bakalan ada sekuel baru dari franchise tentang orang-orang yang selamat dari kematian ini, Final Destination 5. The Final Destination harusnya film terakhir dari seri ini, tapi karena penghasilan yang gede dari film itu, produser dari New Line Cinema mutusin untuk buat film selanjutnya. Masih dengan daya tarik lama, menggunakan teknologi 3D, Final Destination 5 bakalan keluar di bioskop Amerika tanggal 12 Agustus. Untuk Indonesia, gua masih belom tau. Yang jelas sabar aja ya, tapi jangan muluk-muluk juga.

Final Destination 5 ditulis oleh Eric Heisserer, orang dibalik remake A Nightmare on Elm Street sama prekuelnya The Thing yang juga bakalan keluar beberapa bulan mendatang. Sementara posisi sutradara kali ini jatuh ke tangan Steven Quale. Sayangnya, orang-orang di balik kamera di film-film sebelumnya kayak James Wong (sutradara film pertama sama ketiga) atau David R. Ellis (sutradara film kedua dan keempat) gak balik. Ya udah, mending kita percaya aja sama mereka. Sedangkan jejeran pemain dari film ini adalah Nicholas D'Agosto (yang gua kenal lewat Heroes season kedua), Miles Fisher (yang jadi Tom Cruise palsu di Superhero Movie), Allen Escarpeta, dan Tony Todd yang meranin Buldworth di kedua film pertama (si tukang bakar mayat di gereja itu). Tapi yang paling gua excited adalah Emma Bell! Dia mungkin gak cantik-cantik amat, tapi setelah gua ngeliat dia di Frozen, ini cewek emang punya bakat akting, apalagi kalo adegannya emosional.

Kali ini Final Destination 5 dimulai dengan kecelakaan yang terjadi di sebuah jembatan. Diliat dari trailer, mobil-mobil dan kendaraan yang lagi lewat mulai jatuh seraya jembatan yang lagi dikerjain sama tukang kontruksi rubuh. Banyak orang yang jatuh ke air, kesiram aspal panas, dan kebanyakan mati. Tapi untung aja, pahlawan kita, si Sam, dapet pengelihatan itu dan maksa orang-orang buat turun. Setelah nyelametin beberapa, ternyata kisahnya yang sial kayak gini gak berenti juga karena kematian bete dan mulai ngejar mereka satu-satu lewat cara yang brutal dan nggak manusiawi. Kenapa gak ngasih mereka semua serangan jantung aja coba biar gampang dan gak ribet? Tapi, ya, kalo gitu emang gak ada serunya.

Untuk masalah 3D, Final Destination 5 kali ini menyuting filmnya menggunakan kamera 3D, sama kualitasnya sama filmnya James Cameron, Avatar sama Alice in Wonderland tahun lalu. Nggak kayak film keempat yang 3D-nya dimasukin pada masa paska produksi dan dikonversi ke dalem filmnya jadi kualitasnya juga gak begitu bagus. Tapi efek kayak gini cuma buat nebelin kantong produser kan? Gimana cerita, kualitas film? Untung aja kita dijanjiin cerita yang bagus dan menegangkan sama pemainnya. Dan gua percaya sama mereka. Dan katanya... jangan baca kalimat selanjutnya kalo mau gak dibeberin, film ini adalah prekuel dari film pertama. Jadi endingnya mungkin bakalan ada di pesawat pada tahun 1999 di mana Alex Browning dapet pengelihatannya di film pertama dan berhasil nurunin temen-temennya dari penerbangan 180 yang tadinya bakalan mau bawa mereka ke Paris. Hmmm... pinter juga.

Dan ternyata, berdasarkan narasumber gua, katanya Tonny Todd yang balik meranin Buldworth, kalo film ini emang sukses di box office. Final Destination 6 sama Final Destination 7 bakalan dibikin lagi dan disyuting bolak-balik di waktu yang sama. Udah kayak seri Saw aja yang udah entah sampe berapa nomer di belakang judulnya. Mudah-mudahan aja nggak maksa, dan ceritanya emang bagus.

Trivia
  • Ketiga kalinya di seri Final Destination di mana orang yang dapet pengelihatan cowok.
  • Tonny Todd meranin orang yang bakar mayat di dua film pertama, ngisi suara di film ketiga, tapi gak ada di film keempat. Kali ini dia balik jadi karakter yang sama.
  • Film kedua di serinya buat dibikin dalam 3D.
  • Produser udah bilang kalo film ini bakal lebih gelap dari film-film sebelumnya. Berbalik sama film keempat yang hampir komedi.
  • Salah satu tempat kematian yang ditolak adalah di water park.
  • Semua film dirilis dalam jangka tiga tahun, film ini yang nutup tradisi itu dan dirilis dua tahun setelah film keempat muncul di bioskop.
  • Sempet dikasih judul 5nal Destination. Alahamdulillah diganti. Coba aja kalo diliat sekilas, gua kira judulnya Anal Destination. Udah kayak versi pornonya aja.

Spoilers!
(jangan baca ini kalo gak mau dibeberin)
  • Bakalan ada yang mati gara-gara operasi laser mata.
  • Kemungkinan bakalan ada orang yang mati waktu akupuntur (jadi inget guru kelas X gua).
  • Ada yang mati waktu senam atletik.
  • Kali ini cara buat ngalahin kematian adalah dengan bunuh orang. Kalo kita ngebunuh orang yang nggak seharusnya mati di kecelakaan itu, kita dapet hidup mereka. Lumayan, lumayan.

Trailer



Galeri Foto
(klik untuk memperbesar)