Skip to main content

Whatever Happened to Everything?

Gua nggak tau mau ngapain waktu itu, dan gak tau kenapa keinget aja sama lagu Sherina waktu masih anak-anak. Jadi gua buka YouTube dan search video-videonya dia. Bajingan, gua jadi kangen banget jadi anak kecil lagi. Selain pengen bikin gua narik-narik atau gilesin pipinya Sherina kecil, video klip lagu jadulnya bikin gua bernostalgia-ria ngebayangin betapa sempurnanya masa kecil dulu. Nggak ada beban, nggak ada pikiran, stress, depresi. Yang ada cuma seneng-seneng, cuek sama keadaan sekitar, dan nggak peduli sama apa pun di dunia ini.


Kenapa nggak ada lagi lagu kayak gini? Nggak cuma enak didenger, tapi emang bagus. Kenapa sekarang cuma ada boyband atau girlband sampah? Kenapa sekarang produser musik kayak maen milih orang dari pinggir jalan, asal putih, tampang rada cakep dan nggak gagu buat dijadiin penyanyi? Nyanyi nggak cuma sekedar ngeluarin suara di depan mikrofon rekaman, kalo kayak gitu kentut gua juga bisa dapet Platinum Records. Kenapa selera musik kita (gua nggak bermaksud nge-judge orang lain) semakin buruk dan buruk?

Serius, gua kangen masa-masa di mana cuma ada MTV Ampuh, ngurutin video klip dari satu sampe 20. Band yang emang bener-bener punya kualitas; Dewa 19, Naif, Padi...


Terlalu banyak "kenapa" di postingan ini, tetapi terlalu sedikit, malah hampir nggak ada jawaban buat semua "kenapa-kenapa" gua. Apa yang sebenernya udah terjadi? Apa gua udah tua? Selera gua makin lama makin buruk dan musik-musik kayak Nicki Minaj, Justin Bieber, SM*SH, Cherry Belle itu emang sebenernya bagus? Yang jelas, bagi gua, dulu itu lebih baik dari sekarang.

Dulu gua nggak perlu nggak tenang mikirin PR yang belom dikerjain, dulu gua nggak peduli mau pulang jam berapa ke rumah, dulu gua nggak perlu lari di bawah hujan soalnya suka sama cewek yang bener-bener out of my league. Being a teenager, especially in this day and age, is sucks. And tough. People literally want to make you feel bad about yourself.

Gua mau Detektif Conan waktu hari Minggu, gua mau Nirina Zubir sama Sarah Sechan balik jadi VJ, gua mau Bekti sama Indy Barenz jadi host Ceriwis lagi, gua mau nonton Petualangan Sherina dari awal lagi, gua mau beli lekker, kue cubit, atau bakso di depan sekolah. Gua nggak mau jerawat, gua nggak mau pengen banget Blackberry supaya dianggap keren, gua nggak mau kelewat stress mikirin apa yang harus gua lakuin di masa mendatang. Gua mau menikmati hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, dengan sepuasnya. Tanpa beban, tanpa peduli.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Goeboek Bamboe

Goeboek Bambu is a nice place, one that I would visit again, and one that I would recommend to my friends. I had luch there with my family last Saturday and I can say that I had a pretty good time. It is located in Jl. Mampang Sawangan No. 12A, and its phone number is (021)77219230. First of all, the price is quite reasonable. There is no such thing as Rp.12.000,- mineral water or Rp.6000,- rice. Furthermore, my parents classified it as "average", and as a college student who is still pretty much living off of his parents, I would say so, too. Second, the food here is quite tasty. Speaking of which, here are some that we ordered:

By the way, eventhough each member of my family picked just one food and one drink, I still got to taste all of them since I told them it was for homework. I chose ayam mentega and avocado juice myself. They are pretty good. The chicken is nice and the avocado has the perfect density. It is not too soft nor too thick. The seafood fried rice is averag…

Daftar Penerbit yang Menerima Naskah Melalui E-Mail

Bagi para penulis muda, salah satu proses krusial supaya tulisan kita bisa diterbitin dan kita berkemungkinan jadi kaya raya bergelimpangan harta adalah mengirimkan naskah ke penerbit. Sayangnya, cuma sedikit penerbit yang mau nerima naskah lewat surel. Hal ini karena para editor lebih mudah nyortir dan baca naskah kita dalam bentuk padat. Bagi kalian yang ngerasa repot harus beli tinta, nge-print-out naskah ratusan halaman, ngejilid, masukin ke amplop, terus kirim lewat kantor pos, belum lagi ngorbanin pohon-pohon buat dijadiin kertas (ea) ini beberapa penerbit yang bersedia nerima naskah lewat e-mail;

Bentang Pustaka Bentang lumayan terkenal nih, penerbit ini kalo nggak salah nerbitin bukunya Dan Brown kayak Da Vinci Code sama Angels and Demons. Kalo salah, mohon maaf, ye. Mereka juga nerima naskah lewat surel. Ada dua kategori, Bentang Pustaka buat naskah umum/dewasa, dan Bentang Belia buat naskah anak/remaja. Ketentuan-ketentuannya bisa dibaca di sini; http://pustakabentang.blogspot.…

Stereotypes

Pernah satu pagi gua masuk ke sekolah, naruh tas terus gabung ngobrol sama temen-temen gua. Ada rumor yang bilang kalo Ahmad Dhani itu seorang Yahudi. Mereka nunjukkin berbagai 'bukti' kayak lambang panggung, atribut dan segala macamnya. Gua duduk dan mikir, 'terus kenapa?' ini masalahnya; gua nggak ngerti kenapa itu jadi masalah. Kalo Ahmad Dhani itu Yahudi, terus sekali lagi, secara harfiah, kenapa? Dia nggak kentut di depan orang lansia karena nikmatin ekspresi mereka waktu menderita, ngerampok bank bareng Jesse Eisenberg atau ngelakuin sesuatu yang ngerugiin orang lain. Gua nggak bilang kalo rumor tentang dia sebagai Yahudi itu bener, tapi selama dia nggak nyakitin orang lain, kenapa itu jadi masalah?
Apa semua pria bersorban make rompi bom waktu di balik gamis mereka? Apa semua orang kulit hitam nodongin pistol dan jualan kokain? Apa semua orang Jerman muja-muja Hitler? Nggak. Gua muslim, dan gua benci waktu Islam diasosiasikan sama terorisme. Terus kenapa ngelakui…